Delapan puluh tahun telah berlalu,
namun gema proklamasi tetap bergema di dada.
Darah dan air mata para pahlawan,
telah mengukir jalan menuju kemerdekaan.
Kini, di pundak kita,
terletak amanah untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan.
Bukan hanya dengan kata,
tapi dengan karya, cinta, dan persatuan.
Mari kita rajut masa depan,
di mana anak cucu kita hidup dalam damai,
dalam negeri yang makmur dan berdaulat.
Indonesia, engkau tak sekadar tanah air…
Engkau adalah jiwa dan napas perjuangan.
Merdeka!